Jumat, 13 Februari 2015

Suka duka toilet training

Mengajarkan anak toilet training (TT) pada intinya adalah proses pembelajaran kesabaran tingkat tinggi bagi seorang ibu, pembelajaran mempercayai kepada si anak sepenuhnya.

 Untuk hal ini saya termasuk terlambat mengajari anak saya TT. Menginjak usia 2,5 tahun saya baru melepas diapers yang dia pakai. Alasan saya hanya karena dirumah banyak sekali barang yang harus dipacking untuk dikirim ke customer, saya takut jika sewaktu - waktu dia pipis tanpa saya menyadarinya. Meskipun telat TT tak segampang yang saya bayangkan. Harus telaten untuk natur mas aang selama 1 jam sekali dalam masa awal. Terkadang saya 'kecolongan' sehingga mas aang sudah pipis atau pup duluan dilantai sebelum saya bawa ke kamar mandi. Seiring berjalannya waktu saya dan mas aang saling mengerti dan paham aturan dalam TT.

 Saling percaya. Ketika anak saya bilang 'umi, aang mau pipis'. Segera saya bawa dia kekamar mandi dan tidak lama kemudian dia akan pipis. Atau ketika dia bilang 'umi, aang mau ee'. Setelah dua menit dikamar mandi dia akan mengeluarkan pup. Untuk tidur siang saya mencoba untuk tidak memakaikan diapers, untuk melihat apakah mas aang bisa. Sebelum tidur siang biasanya saya menawari anak saya untuk pipis. Setelah itu dia tidur 1-3jam, tidak selalu dan alhamdulillah dia tidak ngompol. Berulangkali saya memujinya 'mas aang pinter, sudah ga pakai diapers lagi, bisa bilang pipis sama ngengek, sudah bisa ke kamar mandi sendiri'. Itu bentuk ucapan tulus saya karena dia secara tidak langsung membantu menyemangati saya pula. Bahwa hal ini memang berproses.

Ketika malam hari menjelang tidur saya antar mas aang ke kamar mandi dan menemaninya pipis, saya tanya apakah mau eek juga, terkadang dia mengangguk. Hanya saja sampai sekarang kadang dia minta pakai diapers untuk tidur malam. Karena saya menawarinya perlak. Takut jika nanti dia ngompol di malam hari. Karena dia risih dengan perlak dibawah tubuhnya akhirnya dia memilih memakai diapers. Sebenarnya bisa untuk melepas dengan catatan saya melihat beberapa jam sekali kalau nanti dia risih dan ingin pipis. Saya masih perlu waktu untuk lulus dalam tahap ini. Semoga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar